Thursday, August 3, 2017

PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN TERNAK DAN PENGEPAKAN JAMUR


Zaim Mukaffi
Kecamatan Pagak terletak sekitar 12 Km dari Ibu Kota Kabupaten Malang (Kepanjen) ke arah selatan. Pertama kita masuk wilayah Desa Gampingan sampai paling selatan Desa Sumbermanjing kulon.
Wilayah Geografis Kecamatan Pagak terdiri dari daratan yang terbagi dari gunung-gunung, persawahan dan permukiman penduduk. Masyarakat mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan buruh. Sebagian besar penduduk Kecamatan Pagak dan Donomulyo berpenghasilan utama di bidang pertanian. Jenis hasil pertanian yang banyak dijumpai adalah tebu, ketela pohon, kedelai, emping melinjo, talas dll. Berangkat dari sektor pertanian sebagai basis dari mata pencaharian mayoritas masyarakat Kecamatan Pagak dan Donomulyo, sering dijumpai produk-produk unggulan hasil pertanian yang merupakan olahan hasil pertanian.

Dilihat dari aspek geografisnya, sesungguhnya Kecamatan Pagak letaknya sangat strategis dibandingkan kecamatan-kecamatan lainnya yang ada di Malang selatan (seperti Donomulyo, Kalipare, dan Bantur). Kecamatan Pagak akan menjadi alternatif berikutnya pengembangan kawasan perkotaan di Kabupaten Malang setelah Kecamatan Kepanjen. Karena letak yang strategis itulah menyebabkan apa yang menjadi idealisme kami sebagai peserta pengabdian masyarakat lebih mudah tersosialisasikan.
Kecamatan Pagak termasuk wilayah Malang Selatan. Kecamatan yang terletak di Malang Selatan ini, merupakan daerah pegunungan yang berkapur. Dengan letak geografis yang berbatasan dengan Kecamatan Kepanjen sebelah utara, Kecamatan Kalipare sebelah barat, Kecamatan Donomulyo sebelah selatan dan Kecamatan Bantur sebelah timur. Wilayah dengan 8 desa dan 21 pedukuhan atau dusun, 77 RW, 330 RT yang berpenduduk sekitar 50 ribu jiwa. Desa Pagak memiliki 19 RW dan 69 RT, Desa Sumbermanjing Kulon memiliki 15 RW dan 58 RT, Desa Sumberejo memiliki 10 RW dan 54 RT, Desa Sempol 9 RW dan 37 RT, Desa Tlogorejo 9 RW dan 37 RT, Desa Sumberkerto 6 RW dan 29 RT, Desa Pandanrejo 6 RW dan 24 RT dan sisanya berada di Desa Gampingan.
NO
NAMA DESA
LUAS (KM2)
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
JUMLAH PENDUDUK
KEPADATAN PENDUDUK
1
Pagak
18
4682
4680
9362
512
2
Sumberejo
11
3479
3709
7188
621
3
Gampingan
13
3187
3388
6575
499
4
Sumbermanjing Kulon
10
4201
4183
8384
813
5
Tlogorejo
7
2869
2932
5801
786
6
Sempol
13
3366
3189
6555
487
7
Sumberkerto
10
2007
2084
4091
372
8
Pandanrejo
5
1431
1464
2895
534
Jumlah Penduduk adalah 50.851 jiwa

Kecamatan  Donomulyo
Kecamatan Donomulyo adalah Kecamatan yang terletak paling selatan dari kabupaten Malang, yang mempunyai kontur bergunung, dengan letak geografis yang berbatasan dengan kabupaten Blitar.
Wilayah Kecamatan Donomulyo mempunyai luas 19.259 Ha atau 19.259 Km2 terdiri dari 10 Desa 39 dusun dengan ketinggian kurang lebih  480  m dengan batas-batas wilayah :
·         Utara dengan Kecamatan Kalipare.                                                    
·         Timur dengan Kecamatan Pagak.
·         Selatan Samudera Indonesia
·         Barat dengan Kecamatan Wates Kabupaten Blitar
            Kecamatan Donomulyo terletak di pesisir selatan kabupaten Malang dengan kawasan pantai yang panjang dan 6 dari 10 desa yang ada mempunyai kawasan pantai.
Sarana Keagamaan
NO
NAMA DESA
MASJID
GEREJA
VIHARA
PURA
KELENTENG
1
Donomulyo
17
2
0
0
0
2
Purworejo
10
4
0
0
0
3
Tempursari
7
3
0
0
0
4
Banjarejo
8
0
0
0
0
5
Tulungrejo
3
0
0
0
0
6
Mentaraman
9
0
0
0
0
7
Sumberoto
12
3
0
0
0
8
Tlogosari
5
2
0
0
0
9
Kedungsalam
13
2
0
0
0
10
Purwodadi
10
2
0
0
0




Profesi Penduduk
NO
NAMA DESA
PE
TANI
NELAYAN
PENG
RAJIN
BU
RUH
BURUH BANGUNAN
DA
GANG
PETERNAK
PNS
ABRI
SWASTA
LAIN-LAIN
1
Dono
mulyo
1034
0
36
318
240
504
1071
163
14
58
0
2
Purwo
rejo
2252
0
12
318
240
108
1240
61
12
48
0
3
Tempur
sari
762
0
4
126
55
57
601
70
25
10
0
4
Banjar
rejo
1431
8
15
314
184
84
894
64
14
45
0
5
Tulung
rejo
803
0
11
205
35
25
528
15
3
25
0
6
Mentaraman
1425
0
15
263
35
97
878
34
13
18
0
7
Sumber
roto
1514
5
26
325
333
135
1189
35
16
23
0
8
Tlogo
sari
606
0
0
60
0
57
801
70
25
10
0
9
Kedung
salam
2304
21
23
455
662
72
1673
268
34
31
0
10
Purwo
dadi
1025
0
29
208
374
233
902
30
8
25
0
Administrasi Wilayah
NO
NAMA DESA
LUAS (KM2)
JUMLAH DUSUN
JUMLAH RUMAH
1
Donomulyo
29.32
4
3410
2
Purworejo
17.09
4
1960
3
Tempursari
8.16
4
1315
4
Banjarejo
21.66
4
1912
5
Tulungrejo
16.86
2
881
6
Mentaraman
19.03
3
1741
7
Sumberoto
21.3
5
2325
8
Tlogosari
8.53
4
1039
9
Kedungsalam
33.56
4
2463
10
Purwodadi
17.09
5
1500
Total luas Kecamatan adalah 192.6 Km2




Jumlah Penduduk
NO
NAMA DESA
LUAS (KM2)
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
JUMLAH PENDUDUK
KEPADATAN PENDUDUK
1
Dono
mulyo
29.32
5921
6480
12401
423
2
Purworejo
17.09
4226
4546
8772
513
3
Tempursari
8.16
2396
2444
4840
593
4
Banjarejo
21.66
3017
3186
6203
286
5
Tulungrejo
16.86
1670
1679
3349
199
6
Mentara
man
19.03
2886
3206
6092
320
7
Sumberoto
21.3
4223
4274
8497
399
8
Tlogosari
8.53
2115
2015
4130
484
9
Kedung
salam
33.56
6220
5747
11967
357
10
Purwodadi
17.09
3010
3219
6229
364
Jumlah Penduduk adalah 72.480 jiwa

Pada dasarnya tingkat kemiskinan berbanding lurus dengan rendahnya kesadaran terhadap pendidikan, kesadaran terhadap kesejahteraan hidup, kesadaran tentang kehidupan beragama, rendahnya pengetahuan terhadap teknologi yang semua itu disebabkan oleh faktor mental dan motivasi hidup yang kurang dari masyarakat. Perlu adanya sentuhan inovatif dan integratif dari berbagai unsur dan elemen yang ada di wilayah tersebut seperti berbagai pembinaan, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan terhadap masyarakat Pagak dan Donomulyo.
Potensi rawan pada kecamatan Pagak dan Donomulyo terlihat pada masih tingginya tingkat gelandangan (kemiskinan), penelantaran anak, kekerasan dalam rumah tangga, dan kriminalitas. Tentunya hal ini perlu penanganan yang komperhensif. Meskipun demikian, kecamatan Pagak dan Donomulyo mempunyai potensi besar yang bisa diberdayakan untuk memperbaiki kondisi sosialnya. Potensi tersebut antara lain tingginya swadaya pendidikan dasar dan masyarakat yang religius. Sekolah ini diharapkan berperan untuk menanggulangi kerawanan tersebut. Sekolah berfungsi sebagai pembentuk perilaku individu, sehingga perannya dianggap cukup vital dalam penanganan problem masyarakat, di samping peran keluarga. Secara demografi, posisi yang paling urgen untuk mendapatkan perhatian adalah pada fase remaja. Dari sisi psikologi remaja adalah masa yang paling kritis dan paling menentukan jalannya roda pembangunan suatu kawasan di masa depan.
Demi menanggulangi perilaku-perilaku yang menyimpang pada masyarakat maka perlu diberikan treatment secara komperhensif (kognisi, afeksi dan psikomotor) yang menyentuh pada lintas sektoral yang meliputi; kelompok remaja itu sendiri, keluarga, sekolah, dan pesantren. Harapan dari penanganan yang komperhensif dan lintas sektoral ini akan memberi konsensus dalam penanganan remaja masyarakat Pagak dan Donomulyo.
Daerah Pagak dan Donomulyo adalah daerah dataran rendah, karenanya daerah ini rawan terjadi bencana banjir, dengan demikian pengolahan air bersih pasca bencana banjir perlu dilakukan, sehingga mengurangi penduduk korban bencana banjir tersebut terjangkit wabah penyakit misalnya diare dan gatal-gatal. Dari data statistik, daerah Pagak dan Donomulyo dengan jumlah penduduk yang relatif besar (Pagak lebih dari 50.000 dan Donomulyo lebih dari 70.000) ternyata angka kemiskinan di daerah ini juga relatif tinggi yaitu sekitar + 26,499 anggota keluarga, kemiskinan menyebabkan taraf hidup masyarakat di kecamatan Pagak dan Donomulyo pun tergolong rendah dengan rincian rata-rata rumah penduduk memiliki sanitasi yang kurang baik, yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan keluarga, oleh karena itu menjadi hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki sanitasi di rumah-rumah penduduk dengan kegiatan bedah rumah sehat yang sakinah.
Penduduk daerah Pagak dan Donomulyo yang rata-rata miskin dengan mata pencarian adalah sebagai buruh tani dan buruh bangunan. Dari tabel dapat diketahui buruh bangunan berjumlah 30 % dibanding yang berprofesi sebagai petani.
Berdasarkan fenomena sosial diatas, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim melalui Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LP2M) bermaksud mengadakan kerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Malang untuk membuat desa binaan di Kecamatan Pagak dan Donomulyo secara lintas sektoral dengan pendekatan multi tahun (tahun yang berkelanjutan), sehingga kecamatan Pagak dan Donomulyo dapat digunakan sebagai kecamatan percontohan (Pilot project) yang diharapkan menjadi contoh bagi Kecamatan lain di Kabupaten Malang dalam mewujudkan ketahanan masyarakat dalam berbagai aspek terutama dalam aspek keagamaan, perekonomian dan sosial.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bina masyarakat Ulul Albab untuk masyarakat miskin perkotaan pada dasarnya bertujuan untuk mewujudkan Kota Malang sebagai Kota agropolitan secara menyeluruh dari beberapa aspek pembangunan masyarakat baik berupa pembinaan keluarga sakinah, peningkatan kualitas keagamaan dan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi, perlindungan hak-hak anak, pendampingan para remaja sampai pada penyuluhan revitalisasi sumber daya alam. Pasca kegiatan ini diharapkan terbentuk masyarakat yang memiliki ketahanan moral, ekonomi dan sosial budaya, lingkungan hidup yang sehat secara fisik maupun mental.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Bina Masyarakat Ulul Albab Masyarakat Miskin Perkotaan ini akan memberdayakan masyarakat desa di Kecamatan Pagak dan Donomulyo yang terdiri dari:
a.       Organisasi remaja/pemuda (Karang Taruna)
b.      Organisasi sosial keagamaan
c.       Pendidikan formal (sekolah dan madarasah)
d.      Pendidikan non formal (pesantren, masjid, majelis ta’lim)
e.       Kader TP-PKK Kecamatan dan Desa
f.       Kelompok masyarakat kritis (kelompok underground, punk)
g.      Paguyuban budaya
h.      Aparat desa
i.        Kelompok usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)
j.        Kelompok pengusaha
k.      Lembaga keuangan, seperti koperasi, lembaga amil








KECAMATAN DONOMULYO
3.    Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak Berfermentasi
A.      Bentuk Kegiatan
Pertama kali yang kami lakukan sebelum memulai kegiatan dilapangan adalah mengidentifikasi persoalan yang ada di lingkungan masyarakat yang menjadi obyek pendampingan. Kegiatan ini kami lakukan selama 1 minggu sebelum kegiatan, adapun hasil identifikasi yang kami lakukan adalah masyarakat kelompok tani di kecamatan Donomulyo membutuhkan pelatihan pembuatan pakan ternak, namun realitasnya saya dan tim pengabdian tidak mempunyai kompetensi dibidang pembuatan pakan ternak tersebut, namun demikian kami mengupayakan untuk melayani kebutuhan masyarakat tersebut dengan memberikan fasilitas trainner. Setelah berkomunikasi dengan berbagai pihak, akhirnya kami mendapatkan trainner pada bidang tersebut. Adalah Pak Muhaimin, dari sumberpucung yang bersedia untuk memberikan ilmunya kepada masyarakat petani di donomulyo. Sedangkan posisi kami adalah mendampingi masyarakat tersebut.
Kegiatan itu sendiri dibagi dalam 2 sesi, Kegiatan pertama yang dilakukan adalah memberikan materi tentang bagaimana cara membuat pakan ternak yang efektif dan efisien yaitu dimulai pada pukul 09.00-10.00. Sebab selama ini, masyarakat sekitar masih belum menemukan solusi tentang pakan ternak yang murah tetapi berkualitas. Mereka mencari pakan ternak seperti pada umumnya masyarakat yaitu mencari rumput di sawah, ramban, dan lain sebagainya. Sehingga perlu di berikan materi yang sama supaya para petani mendapatkan pemahaman yang sama. Adapun sesi kedua adalah praktek pembuatan pakan yaitu pukul 10.00-14.00.
Sedangkan kegiatan selanjutnya adalah pelatihan pemasaran hasil olahan jamur. Dengan nara sumber Risma Nur Arifah, M.H, Indah Yuliana, SE., MM dan Zaim Mukaffi, SE., M.Si. Adapun bentuk kegiatannya adalah memberikan masukan berupa contoh-contoh pemasaran produk jamur, olahan dan kemasan jamur. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada petani jamur agar tidak hanya menjual jamurnya saja tetapi juga mengolah, selanjutnya hasil olahan di pasarkan di pasar. Namun, selama ini para pengolah jamur hanya sebatas mengolah dan menjadikan hasil olahan tersebut menjadi Es Jamur, Sehingga daya tahan es menjadi singkat sedangkan kemasannya masih tradisional.
Kegiatan tersebut termatrikulasi dalam tabel berikut :
No
Bidang Kegiatan
Bentuk Kegiatan
Peserta
Narasumber
1
Pelatihan
1.      Pelatihan cara pembuatan pakan ternak

2.      pelatihan pemasaran hasil olahan jamur
Para peternak


Petani Jamur
1.      Risma Nur Arifah, M.H
2.      Indah Yuliana, SE., MM
3.      Zaim Mukaffi, SE., M.Si





Pada laporan berikutnya akan disampaikan mengenai kegiatan yang saya lakukan yaitu mengenai pelatihan cara pembuatan pakan ternak.  Sasaran dalam kegiatan pembuatan pakan ternak ini adalah para petani kecamatan Donomulyo. Diharapkan dari kegiatan ini dapat efektif dan efisien mengingat produk yang dihasilkan dapat diperoleh disekitar tempat tinggal peternak.
Output dari kegiatan ini adalah para peserta termotivasi untuk membuat sendiri pakan untuk ternak mereka. Hal ini nampak dari respon peserta selama kegiatan. Mereka antusias untuk mendengarkan dan juga bertanya selama paparan diberikan.
Outcome dari kegiatan ini adalah munculnya keinginan untuk membuat pakan tanpa harus mencari setiap hari di ladang atau sawah.
Kegiatan pengabdian yang dilakukan di Donomulyo dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu sebagai berikut :
1.      Perkenalan antara Tim LP2M dengan pengurus POSDAYA kecamatan Donomulyo serta mengidentifikasi kebutuhan masyarakat Donomulyo di bidang pendidikan dan ekonomi (kewirausahaan);
2.      Sinkronisasi program pengabdian “Bina Masyarakat Ulul Albab Untuk Masyarakat Miskin Perkotaan” antara Tim LP2M UIN Malang dengan Pengurus POSDAYA di kecamatan Donomulyo;
3.      Pelaksanaan pelatihan pembuatan pakan ternak berfermentasi;
4.      Diskusi mengenai kewirausahaan, pemberdayaan potensi daerah (khususnya desa) dan evaluasi program serta rencana tindak lanjut.
Kegiatan pelatihan pembuatan pakan ternak Kecamatan Donomulyo dilaksanakan pada tanggal 09 Nopember 2013 pukul 09.00 sd 14.00. Acara ini dihadiri oleh 30 warga  yang merupakan kelompok tani.
Acara diawali oleh pembukaan oleh ketua Kelompok tani Bapak Abdul Wachid. beliau mengungkapkan rasa terima kasih atas kelanjutan kegiatan posdaya berbasis masjid dalam bentuk kegiatan pelatihan pembuatan pakan ternak. Kegiatan ini diikuti oleh para petani. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh wakil dari LPM UIN yang diwakili Bapak Khoirul Anam untuk menyampaikan maksud dari kegiatan ini melalui pelatihan pembuatan pakan ternak sebagai tindaklanjut dari kegiatan mahasiswa sebelumnya yaitu posdaya berbasis masjid.
Acara selajutnya adalah penyampaian materi pembuatan pakan ternak dengan tema “Pelatihan Pembuatan Pakan Fermentasi”. Materi ini disampaikan oleh bapak Muhaimin. Dengan materi terlampir.
Kegiatan Pelatihan Pembuatan Pakan Fermentasi ini sangat penting sebagai stimulus bagi masyarakat agar mereka termotivasi untuk membuat pakan ternak sendiri. Sehingga apabila motivasi tersebut telah terbentuk maka mudah bagi kita untuk melakukan pembinaan lebih lanjut.
Perlu kiranya ada pembinaan yang kontinyu (berlanjut) dari kegiatan ini sehingga kita dapat melakukan monitoring dan mengukur tingkat keberhasilan program yang telah kita laksanakan.
Melihat antusiame peserta Pelatihan Pembuatan Pakan Fermentasi maka mereka mengharapkan adanya kegiatan pelatihan serupa dilaksanakan secara kontinyu karena mereka merasakan manfaat dari adanya  pelatihan yang kita berikan.
4.      Pembinaan Pemasaran Hasil Olahan Jamur
A.      Bentuk Kegiatan
Adapun bentuk kegiatannya adalah memberikan masukan berupa contoh-contoh pemasaran produk jamur, olahan dan kemasan jamur. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada petani jamur agar tidak hanya menjual jamurnya saja tetapi juga mengolah, selanjutnya hasil olahan di pasarkan di pasar. Namun, selama ini para pengolah jamur hanya sebatas mengolah dan menjadikan hasil olahan tersebut menjadi Es Jamur, Sehingga daya tahan es menjadi singkat sedangkan kemasannya.
B.     Sasaran
Sasaran dalam kegiatan pembinaan olahan produk jamur adalah petani jamur di kecamatan Donomulyo.
C.    Output dan Outcome
Output dari kegiatan ini adalah para peserta memahami cara atau metode yang lebih bernilai tambah terhadap hasil olahan jamur berupa Es Jamur dan produk jamur yang akhirnya termotivasi untuk berwirausaha  budidaya jamur. Hal ini nampak dari respon peserta selama kegiatan. Mereka antusias untuk mendengarkan dan juga bertanya selama paparan diberikan.
Outcome dari kegiatan ini adalah peserta bisa menganalisa kelayakan usaha dalam bidang jamur secara mandiri disesuaikan dengan kondisi daerahnya dan impak akhirnya adalah munculnya keinginan untuk berwirausaha.
D.    Diskripsi Kegiatan
Kegiatan Pelatihan pemasaran hasil olahan jamur di Kecamatan Donomulyo dilakukan pada tanggal 09 Nopember 2013 pukul 09.00 sd 14.00. Acara ini dihadiri oleh 5 warga  yang merupakan kelompok tani jamur.
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk diskusi dengan para peserta dan selanjutnya para peserta diminta untuk memberikan gambaran umum tentang produksi, pemanenan dan penjualan serta memanfaatkan hasil olahan jamur berupa es krim. Setelah mereka menjelaskan kemudian kami meminta mereka untuk menjelaskan kendala yang dihadapi selama proses tersebut, setelah semua persoalan dijelaskan. Kami (Saya dan Ibu Indah Yuliana) menawarkan kepada peserta beberapa opsi/contoh pengepakan dan bagaimana memasarkan produk tersebut sehingga mempunyai nilai tambah. Baik yang masih dalam bentuk mentah maupun produk olahan jamur (es krim)
E.     Keberlanjutan Program
Kegiatan pembinaan pengolahan hasil olahan jamur ini sangat penting sebagai stimuli bagi petani jamur agar mereka termotivasi untuk melakukan usaha kreatif hasil olahan jamur. Sehingga apabila motivasi tersebut telah terbentuk maka mudah bagi kita untuk melakukan pembinaan lebih lanjut.
Perlu kiranya ada pembinaan yang kontinyu (berlanjut) dari kegiatan ini sehingga kita dapat melakukan monitoring dan mengukur tingkat keberhasilan program yang telah kita laksanakan.
F.     Rekomendasi
Meningat selama ini yang dilakukan oleh masyarakat petani jamur masih konvensional maka perlu pendampingan lebih lanjut sehingga hasil produksi dan olahan hasil produksi dapat memberikan nilai tambah bagi petani dan akhirnya pendapatan petani dapat meningkat.



Kegiatan di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang
Sedangkan di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang, kegiatan yang dilakukan adalah Penyuluhan mengenai prosedur peminjaman dana sebagai modal usaha kepada Lembaga Keuangan Syariah dan el-Zawa  dan Penyuluhan mengenai pemanfaatan limbah perca, dan usaha pemanfaatan ikan sapu-sapu. Karena sesuatu hal saya tidak dapat mengikuti kegiatan tersebut namun ikut merancang program/kegiatan yang dilaksanakan di kecamatan tersebut.
Adapun kegiatannya sebagai berikut:
1
Ekonomi
1.    Penyuluhan mengenai prosedur peminjaman dana sebagai modal usaha kepada Lembaga Keuangan Syariah dan el-Zawa

2.    Penyuluhan mengenai pemanfaatan limbah perca, dan usaha pemanfaatan ikan sapu-sapu (kec. Pagak dan Kec. Donomulyo pemanfaatan limbah jamur sebagai makanan ternak)
Pelaku usaha UMKM





Pelaku usaha UMKM
1.      Risma Nur Arifah, M.H
2.      Indah Yuliana, SE., MM








BAB III

Program pengabdian masyarakat yaitu kegiatan “Pelatihan cara pembuatan pakan ternak dan pelatihan pemasaran hasil olahan jamur yang dilaksanakan di Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang dirancang seefisien mungkin yang dikemas sedemikian rupa dengan memaksimalkan dan mengefektifkan fungsi-fungsi kelompok tani sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Fokus kegiatan adalah sebagai berikut:
1.      Pelatihan pembuatan pakan ternak berfermentasi merupakan bagian dari efektif dan efisiensi. Mengingat potensi pakan disekitar masyarakat petani selama ini belum termanfaatkan.
2.      Pelatihan kewirausahaan merupakan titik pangkal keberhasilan pelatihan budidaya dan pengolahan jamur dan sebagai tolok ukur besarnya minat masyarakat untuk berwirausaha. Pelatihan kewirausahaan ini juga sebagai dasar pembentukan jiwa wirausaha   masyarakat.
3.      Pelatihan pengolahan budidaya jamur merupakan program pengembangan dan penguatan kegiatan yang sudah ada. Program yang sangat erat hubungannnya dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat ini tentu membutuhkan pembinaan intensif agar tetap.
4.      Budidaya jamur masih memiliki pangsa pasar  di malang cukup besar oleh karena itu  masyarakat dukuh Karangrejo  diharapkan dapat berkecimpung dalam budidaya jamur sebagai sumber pendapatan diluar pendapatan utamanya.
Kesuksesan kegiatan ini terlihat dari antusiasme peserta yang tetap bertahan sampai pelaksanaan pelatihan berakhir serta keinginan peserta untuk keberlanjutan program pelatihan ini.


[1] http://pagak.malangkab.go.id/?page_id=663 (diakses tanggal  31 Desember 2013)

No comments:

Post a Comment