Zaim Mukaffi
Kecamatan Pagak terletak sekitar 12 Km dari Ibu Kota
Kabupaten Malang (Kepanjen) ke arah selatan. Pertama kita masuk wilayah Desa
Gampingan sampai paling selatan Desa Sumbermanjing kulon.
Wilayah Geografis Kecamatan Pagak terdiri dari daratan yang terbagi dari gunung-gunung, persawahan dan permukiman penduduk. Masyarakat mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan buruh. Sebagian besar penduduk Kecamatan Pagak dan Donomulyo berpenghasilan utama di bidang pertanian. Jenis hasil pertanian yang banyak dijumpai adalah tebu, ketela pohon, kedelai, emping melinjo, talas dll. Berangkat dari sektor pertanian sebagai basis dari mata pencaharian mayoritas masyarakat Kecamatan Pagak dan Donomulyo, sering dijumpai produk-produk unggulan hasil pertanian yang merupakan olahan hasil pertanian.
Wilayah Geografis Kecamatan Pagak terdiri dari daratan yang terbagi dari gunung-gunung, persawahan dan permukiman penduduk. Masyarakat mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan buruh. Sebagian besar penduduk Kecamatan Pagak dan Donomulyo berpenghasilan utama di bidang pertanian. Jenis hasil pertanian yang banyak dijumpai adalah tebu, ketela pohon, kedelai, emping melinjo, talas dll. Berangkat dari sektor pertanian sebagai basis dari mata pencaharian mayoritas masyarakat Kecamatan Pagak dan Donomulyo, sering dijumpai produk-produk unggulan hasil pertanian yang merupakan olahan hasil pertanian.
Dilihat dari aspek geografisnya, sesungguhnya Kecamatan Pagak
letaknya sangat strategis dibandingkan kecamatan-kecamatan lainnya yang ada di
Malang selatan (seperti Donomulyo, Kalipare, dan Bantur). Kecamatan Pagak akan
menjadi alternatif berikutnya pengembangan kawasan perkotaan di Kabupaten
Malang setelah Kecamatan Kepanjen. Karena letak yang strategis itulah
menyebabkan apa yang menjadi idealisme kami sebagai peserta pengabdian
masyarakat lebih mudah tersosialisasikan.
Kecamatan
Pagak termasuk wilayah Malang Selatan. Kecamatan yang terletak di Malang
Selatan ini, merupakan daerah pegunungan yang berkapur. Dengan letak geografis
yang berbatasan dengan Kecamatan Kepanjen sebelah utara, Kecamatan Kalipare
sebelah barat, Kecamatan Donomulyo sebelah selatan dan Kecamatan Bantur sebelah
timur. Wilayah dengan 8 desa dan 21 pedukuhan atau dusun, 77 RW, 330 RT yang
berpenduduk sekitar 50 ribu jiwa. Desa Pagak memiliki 19 RW dan 69 RT, Desa
Sumbermanjing Kulon memiliki 15 RW dan 58 RT, Desa Sumberejo memiliki 10 RW dan
54 RT, Desa Sempol 9 RW dan 37 RT, Desa Tlogorejo 9 RW dan 37 RT, Desa
Sumberkerto 6 RW dan 29 RT, Desa Pandanrejo 6 RW dan 24 RT dan sisanya berada
di Desa Gampingan.
NO
|
NAMA DESA
|
LUAS (KM2)
|
LAKI-LAKI
|
PEREMPUAN
|
JUMLAH PENDUDUK
|
KEPADATAN PENDUDUK
|
1
|
Pagak
|
18
|
4682
|
4680
|
9362
|
512
|
2
|
Sumberejo
|
11
|
3479
|
3709
|
7188
|
621
|
3
|
Gampingan
|
13
|
3187
|
3388
|
6575
|
499
|
4
|
Sumbermanjing
Kulon
|
10
|
4201
|
4183
|
8384
|
813
|
5
|
Tlogorejo
|
7
|
2869
|
2932
|
5801
|
786
|
6
|
Sempol
|
13
|
3366
|
3189
|
6555
|
487
|
7
|
Sumberkerto
|
10
|
2007
|
2084
|
4091
|
372
|
8
|
Pandanrejo
|
5
|
1431
|
1464
|
2895
|
534
|
Jumlah Penduduk adalah 50.851 jiwa
|
||||||
Kecamatan Donomulyo
Kecamatan Donomulyo adalah Kecamatan
yang terletak paling selatan dari kabupaten Malang, yang mempunyai kontur
bergunung, dengan letak geografis yang berbatasan dengan kabupaten Blitar.
Wilayah Kecamatan Donomulyo
mempunyai luas 19.259 Ha atau 19.259 Km2 terdiri dari 10 Desa 39 dusun dengan
ketinggian kurang lebih 480 m dengan batas-batas wilayah :
·
Utara
dengan Kecamatan Kalipare.
·
Timur
dengan Kecamatan Pagak.
·
Selatan
Samudera Indonesia
·
Barat
dengan Kecamatan Wates Kabupaten Blitar
Kecamatan Donomulyo terletak di
pesisir selatan kabupaten Malang dengan kawasan pantai yang panjang dan 6 dari
10 desa yang ada mempunyai kawasan pantai.
Sarana Keagamaan
NO
|
NAMA
DESA
|
MASJID
|
GEREJA
|
VIHARA
|
PURA
|
KELENTENG
|
1
|
Donomulyo
|
17
|
2
|
0
|
0
|
0
|
2
|
Purworejo
|
10
|
4
|
0
|
0
|
0
|
3
|
Tempursari
|
7
|
3
|
0
|
0
|
0
|
4
|
Banjarejo
|
8
|
0
|
0
|
0
|
0
|
5
|
Tulungrejo
|
3
|
0
|
0
|
0
|
0
|
6
|
Mentaraman
|
9
|
0
|
0
|
0
|
0
|
7
|
Sumberoto
|
12
|
3
|
0
|
0
|
0
|
8
|
Tlogosari
|
5
|
2
|
0
|
0
|
0
|
9
|
Kedungsalam
|
13
|
2
|
0
|
0
|
0
|
10
|
Purwodadi
|
10
|
2
|
0
|
0
|
0
|
Profesi Penduduk
NO
|
NAMA
DESA
|
PE
TANI
|
NELAYAN
|
PENG
RAJIN
|
BU
RUH
|
BURUH
BANGUNAN
|
DA
GANG
|
PETERNAK
|
PNS
|
ABRI
|
SWASTA
|
LAIN-LAIN
|
1
|
Dono
mulyo
|
1034
|
0
|
36
|
318
|
240
|
504
|
1071
|
163
|
14
|
58
|
0
|
2
|
Purwo
rejo
|
2252
|
0
|
12
|
318
|
240
|
108
|
1240
|
61
|
12
|
48
|
0
|
3
|
Tempur
sari
|
762
|
0
|
4
|
126
|
55
|
57
|
601
|
70
|
25
|
10
|
0
|
4
|
Banjar
rejo
|
1431
|
8
|
15
|
314
|
184
|
84
|
894
|
64
|
14
|
45
|
0
|
5
|
Tulung
rejo
|
803
|
0
|
11
|
205
|
35
|
25
|
528
|
15
|
3
|
25
|
0
|
6
|
Mentaraman
|
1425
|
0
|
15
|
263
|
35
|
97
|
878
|
34
|
13
|
18
|
0
|
7
|
Sumber
roto
|
1514
|
5
|
26
|
325
|
333
|
135
|
1189
|
35
|
16
|
23
|
0
|
8
|
Tlogo
sari
|
606
|
0
|
0
|
60
|
0
|
57
|
801
|
70
|
25
|
10
|
0
|
9
|
Kedung
salam
|
2304
|
21
|
23
|
455
|
662
|
72
|
1673
|
268
|
34
|
31
|
0
|
10
|
Purwo
dadi
|
1025
|
0
|
29
|
208
|
374
|
233
|
902
|
30
|
8
|
25
|
0
|
Administrasi Wilayah
NO
|
NAMA
DESA
|
LUAS
(KM2)
|
JUMLAH
DUSUN
|
JUMLAH
RUMAH
|
1
|
Donomulyo
|
29.32
|
4
|
3410
|
2
|
Purworejo
|
17.09
|
4
|
1960
|
3
|
Tempursari
|
8.16
|
4
|
1315
|
4
|
Banjarejo
|
21.66
|
4
|
1912
|
5
|
Tulungrejo
|
16.86
|
2
|
881
|
6
|
Mentaraman
|
19.03
|
3
|
1741
|
7
|
Sumberoto
|
21.3
|
5
|
2325
|
8
|
Tlogosari
|
8.53
|
4
|
1039
|
9
|
Kedungsalam
|
33.56
|
4
|
2463
|
10
|
Purwodadi
|
17.09
|
5
|
1500
|
Total
luas Kecamatan adalah 192.6 Km2
|
||||
Jumlah Penduduk
NO
|
NAMA
DESA
|
LUAS
(KM2)
|
LAKI-LAKI
|
PEREMPUAN
|
JUMLAH
PENDUDUK
|
KEPADATAN
PENDUDUK
|
1
|
Dono
mulyo
|
29.32
|
5921
|
6480
|
12401
|
423
|
2
|
Purworejo
|
17.09
|
4226
|
4546
|
8772
|
513
|
3
|
Tempursari
|
8.16
|
2396
|
2444
|
4840
|
593
|
4
|
Banjarejo
|
21.66
|
3017
|
3186
|
6203
|
286
|
5
|
Tulungrejo
|
16.86
|
1670
|
1679
|
3349
|
199
|
6
|
Mentara
man
|
19.03
|
2886
|
3206
|
6092
|
320
|
7
|
Sumberoto
|
21.3
|
4223
|
4274
|
8497
|
399
|
8
|
Tlogosari
|
8.53
|
2115
|
2015
|
4130
|
484
|
9
|
Kedung
salam
|
33.56
|
6220
|
5747
|
11967
|
357
|
10
|
Purwodadi
|
17.09
|
3010
|
3219
|
6229
|
364
|
Jumlah
Penduduk adalah 72.480 jiwa
|
||||||
Pada dasarnya tingkat kemiskinan berbanding
lurus dengan rendahnya kesadaran terhadap pendidikan, kesadaran terhadap
kesejahteraan hidup, kesadaran tentang kehidupan beragama, rendahnya
pengetahuan terhadap teknologi yang semua itu disebabkan oleh faktor mental dan
motivasi hidup yang kurang dari masyarakat. Perlu adanya sentuhan inovatif dan
integratif dari berbagai unsur dan elemen yang ada di wilayah tersebut seperti
berbagai pembinaan, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan terhadap masyarakat Pagak
dan Donomulyo.
Potensi rawan pada kecamatan Pagak dan
Donomulyo terlihat pada masih tingginya tingkat gelandangan (kemiskinan),
penelantaran anak, kekerasan dalam rumah tangga, dan kriminalitas. Tentunya hal
ini perlu penanganan yang komperhensif. Meskipun demikian, kecamatan Pagak dan
Donomulyo mempunyai potensi besar yang bisa diberdayakan untuk memperbaiki
kondisi sosialnya. Potensi tersebut antara lain tingginya swadaya pendidikan
dasar dan masyarakat yang religius. Sekolah ini diharapkan berperan untuk menanggulangi
kerawanan tersebut. Sekolah berfungsi sebagai pembentuk perilaku individu,
sehingga perannya dianggap cukup vital dalam penanganan problem masyarakat, di
samping peran keluarga. Secara demografi, posisi yang paling urgen untuk
mendapatkan perhatian adalah pada fase remaja. Dari sisi psikologi remaja
adalah masa yang paling kritis dan paling menentukan jalannya roda pembangunan
suatu kawasan di masa depan.
Demi menanggulangi perilaku-perilaku yang
menyimpang pada masyarakat maka perlu diberikan treatment secara komperhensif
(kognisi, afeksi dan psikomotor) yang menyentuh pada lintas sektoral yang
meliputi; kelompok remaja itu sendiri, keluarga, sekolah, dan pesantren.
Harapan dari penanganan yang komperhensif dan lintas sektoral ini akan memberi
konsensus dalam penanganan remaja masyarakat Pagak dan Donomulyo.
Daerah Pagak dan Donomulyo adalah daerah dataran
rendah, karenanya daerah ini rawan terjadi bencana banjir, dengan demikian pengolahan
air bersih pasca bencana banjir perlu dilakukan, sehingga mengurangi penduduk
korban bencana banjir tersebut terjangkit wabah penyakit misalnya diare dan
gatal-gatal. Dari data statistik, daerah Pagak dan Donomulyo dengan jumlah
penduduk yang relatif besar (Pagak lebih dari 50.000 dan Donomulyo lebih dari
70.000) ternyata angka kemiskinan di daerah ini juga relatif tinggi yaitu
sekitar + 26,499 anggota keluarga, kemiskinan menyebabkan taraf hidup
masyarakat di kecamatan Pagak dan Donomulyo pun tergolong rendah dengan rincian
rata-rata rumah penduduk memiliki sanitasi yang kurang baik, yang dapat
berakibat buruk bagi kesehatan keluarga, oleh karena itu menjadi hal yang bisa
dilakukan untuk memperbaiki sanitasi di rumah-rumah penduduk dengan kegiatan
bedah rumah sehat yang sakinah.
Penduduk daerah Pagak dan Donomulyo yang
rata-rata miskin dengan mata pencarian adalah sebagai buruh tani dan buruh
bangunan. Dari tabel dapat diketahui buruh bangunan berjumlah 30 % dibanding
yang berprofesi sebagai petani.
Berdasarkan fenomena sosial diatas, Universitas Islam Negeri (UIN)
Maulana Malik Ibrahim melalui Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LP2M) bermaksud
mengadakan kerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Malang
untuk membuat desa binaan di Kecamatan Pagak dan Donomulyo secara lintas
sektoral dengan pendekatan multi
tahun (tahun yang berkelanjutan), sehingga kecamatan Pagak dan Donomulyo dapat
digunakan sebagai kecamatan percontohan (Pilot project) yang diharapkan
menjadi contoh bagi Kecamatan lain di Kabupaten Malang dalam mewujudkan
ketahanan masyarakat dalam berbagai aspek terutama dalam aspek keagamaan, perekonomian
dan sosial.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bina masyarakat Ulul Albab untuk
masyarakat miskin perkotaan pada dasarnya bertujuan untuk mewujudkan Kota
Malang sebagai Kota agropolitan secara menyeluruh dari beberapa aspek
pembangunan masyarakat baik berupa pembinaan keluarga sakinah, peningkatan kualitas
keagamaan dan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi, perlindungan hak-hak
anak, pendampingan para remaja sampai pada penyuluhan revitalisasi sumber daya
alam. Pasca kegiatan ini diharapkan terbentuk masyarakat yang memiliki
ketahanan moral, ekonomi dan sosial budaya, lingkungan hidup yang sehat secara
fisik maupun mental.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Bina Masyarakat Ulul Albab Masyarakat
Miskin Perkotaan ini akan memberdayakan masyarakat desa di Kecamatan Pagak dan
Donomulyo yang terdiri dari:
a.
Organisasi
remaja/pemuda (Karang Taruna)
b.
Organisasi
sosial keagamaan
c.
Pendidikan
formal (sekolah dan madarasah)
d.
Pendidikan
non formal (pesantren, masjid, majelis ta’lim)
e.
Kader
TP-PKK Kecamatan dan Desa
f.
Kelompok
masyarakat kritis (kelompok underground,
punk)
g.
Paguyuban
budaya
h.
Aparat desa
i.
Kelompok
usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)
j.
Kelompok pengusaha
k.
Lembaga
keuangan, seperti koperasi, lembaga amil
KECAMATAN DONOMULYO
3.
Pelatihan
Pembuatan Pakan Ternak Berfermentasi
A.
Bentuk
Kegiatan
Pertama
kali yang kami lakukan sebelum memulai kegiatan dilapangan adalah
mengidentifikasi persoalan yang ada di lingkungan masyarakat yang menjadi obyek
pendampingan. Kegiatan ini kami lakukan selama 1 minggu sebelum kegiatan,
adapun hasil identifikasi yang kami lakukan adalah masyarakat kelompok tani di
kecamatan Donomulyo membutuhkan pelatihan pembuatan pakan ternak, namun
realitasnya saya dan tim pengabdian tidak mempunyai kompetensi dibidang
pembuatan pakan ternak tersebut, namun demikian kami mengupayakan untuk
melayani kebutuhan masyarakat tersebut dengan memberikan fasilitas trainner. Setelah berkomunikasi dengan
berbagai pihak, akhirnya kami mendapatkan trainner
pada bidang tersebut. Adalah Pak Muhaimin, dari sumberpucung yang bersedia
untuk memberikan ilmunya kepada masyarakat petani di donomulyo. Sedangkan
posisi kami adalah mendampingi masyarakat tersebut.
Kegiatan
itu sendiri dibagi dalam 2 sesi, Kegiatan pertama yang dilakukan
adalah memberikan materi tentang bagaimana cara membuat pakan ternak yang
efektif dan efisien yaitu dimulai pada pukul 09.00-10.00. Sebab selama ini,
masyarakat sekitar masih belum menemukan solusi tentang pakan ternak yang murah
tetapi berkualitas. Mereka mencari pakan ternak seperti pada umumnya masyarakat yaitu mencari
rumput di sawah, ramban, dan lain
sebagainya. Sehingga perlu di berikan materi yang sama supaya para petani
mendapatkan pemahaman yang sama. Adapun sesi kedua adalah praktek pembuatan
pakan yaitu pukul 10.00-14.00.
Sedangkan
kegiatan selanjutnya adalah pelatihan pemasaran hasil olahan jamur. Dengan nara
sumber Risma Nur Arifah, M.H, Indah Yuliana, SE., MM dan Zaim Mukaffi, SE., M.Si. Adapun
bentuk kegiatannya adalah memberikan masukan berupa contoh-contoh pemasaran
produk jamur, olahan dan kemasan jamur. Tujuan
dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan
kepada petani jamur agar
tidak hanya menjual jamurnya saja tetapi juga mengolah, selanjutnya hasil
olahan di pasarkan di pasar. Namun, selama ini para pengolah jamur hanya
sebatas mengolah dan menjadikan hasil olahan tersebut menjadi Es Jamur,
Sehingga daya tahan es menjadi singkat sedangkan kemasannya masih tradisional.
Kegiatan
tersebut termatrikulasi dalam
tabel berikut :
No
|
Bidang
Kegiatan
|
Bentuk
Kegiatan
|
Peserta
|
Narasumber
|
1
|
Pelatihan
|
1.
Pelatihan cara pembuatan pakan ternak
2.
pelatihan pemasaran hasil
olahan jamur
|
Para peternak
Petani Jamur
|
1.
Risma Nur Arifah, M.H
2.
Indah Yuliana,
SE., MM
3.
Zaim Mukaffi, SE., M.Si
|
Pada
laporan berikutnya akan disampaikan mengenai kegiatan yang saya lakukan yaitu
mengenai pelatihan cara pembuatan pakan
ternak.
Sasaran dalam kegiatan pembuatan
pakan ternak ini adalah para petani kecamatan Donomulyo. Diharapkan dari kegiatan
ini dapat efektif dan efisien mengingat produk yang dihasilkan dapat diperoleh
disekitar tempat tinggal peternak.
Output dari kegiatan
ini adalah para peserta termotivasi untuk membuat
sendiri pakan untuk ternak mereka. Hal ini nampak dari
respon peserta selama kegiatan. Mereka antusias untuk mendengarkan dan juga
bertanya selama paparan diberikan.
Outcome dari
kegiatan ini adalah munculnya keinginan untuk membuat pakan tanpa harus mencari setiap hari di ladang atau sawah.
Kegiatan
pengabdian yang dilakukan di Donomulyo dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu
sebagai berikut :
1.
Perkenalan antara Tim
LP2M dengan pengurus POSDAYA kecamatan Donomulyo serta mengidentifikasi
kebutuhan masyarakat Donomulyo di bidang pendidikan dan ekonomi
(kewirausahaan);
2.
Sinkronisasi program
pengabdian “Bina Masyarakat Ulul Albab Untuk Masyarakat Miskin Perkotaan”
antara Tim LP2M UIN Malang dengan Pengurus POSDAYA di kecamatan Donomulyo;
3.
Pelaksanaan pelatihan pembuatan pakan ternak berfermentasi;
4.
Diskusi mengenai
kewirausahaan, pemberdayaan potensi daerah (khususnya desa) dan evaluasi
program serta rencana tindak lanjut.
Kegiatan pelatihan pembuatan pakan ternak Kecamatan
Donomulyo dilaksanakan
pada tanggal 09
Nopember 2013
pukul 09.00
sd 14.00. Acara ini dihadiri
oleh 30 warga yang merupakan kelompok tani.
Acara diawali
oleh pembukaan oleh ketua Kelompok tani
Bapak Abdul Wachid. beliau
mengungkapkan rasa terima kasih atas
kelanjutan kegiatan posdaya berbasis masjid dalam bentuk kegiatan pelatihan pembuatan pakan ternak.
Kegiatan ini diikuti oleh para petani.
Kemudian acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh wakil dari LPM UIN yang
diwakili Bapak Khoirul Anam
untuk menyampaikan maksud dari kegiatan ini
melalui pelatihan pembuatan pakan
ternak sebagai tindaklanjut dari kegiatan
mahasiswa sebelumnya yaitu posdaya berbasis masjid.
Acara selajutnya
adalah penyampaian
materi pembuatan pakan ternak
dengan tema “Pelatihan Pembuatan Pakan
Fermentasi”. Materi ini disampaikan oleh bapak Muhaimin. Dengan materi terlampir.
Kegiatan Pelatihan
Pembuatan Pakan Fermentasi ini sangat penting sebagai stimulus bagi masyarakat
agar mereka termotivasi untuk membuat pakan ternak sendiri. Sehingga apabila
motivasi tersebut telah terbentuk maka mudah bagi kita untuk melakukan
pembinaan lebih lanjut.
Perlu kiranya ada
pembinaan yang kontinyu (berlanjut) dari kegiatan ini sehingga kita dapat
melakukan monitoring dan mengukur tingkat keberhasilan program yang telah kita
laksanakan.
Melihat
antusiame peserta Pelatihan Pembuatan
Pakan Fermentasi maka mereka mengharapkan adanya
kegiatan pelatihan serupa dilaksanakan secara kontinyu karena mereka merasakan
manfaat dari adanya pelatihan yang kita
berikan.
4.
Pembinaan
Pemasaran Hasil Olahan Jamur
A.
Bentuk
Kegiatan
Adapun bentuk kegiatannya adalah memberikan masukan berupa contoh-contoh
pemasaran produk jamur, olahan dan kemasan jamur. Tujuan
dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan
kepada petani jamur agar
tidak hanya menjual jamurnya saja tetapi juga mengolah, selanjutnya hasil
olahan di pasarkan di pasar. Namun, selama ini para pengolah jamur hanya
sebatas mengolah dan menjadikan hasil olahan tersebut menjadi Es Jamur,
Sehingga daya tahan es menjadi singkat sedangkan kemasannya.
B.
Sasaran
Sasaran dalam kegiatan pembinaan olahan produk
jamur adalah petani jamur di
kecamatan Donomulyo.
C.
Output dan Outcome
Output dari kegiatan ini adalah para peserta memahami cara atau
metode yang lebih bernilai tambah terhadap hasil olahan jamur berupa Es Jamur
dan produk jamur yang akhirnya termotivasi untuk berwirausaha
budidaya jamur. Hal ini nampak dari respon peserta selama kegiatan.
Mereka antusias untuk mendengarkan dan juga bertanya selama paparan diberikan.
Outcome dari kegiatan ini adalah peserta bisa
menganalisa kelayakan usaha dalam bidang jamur secara mandiri disesuaikan
dengan kondisi daerahnya dan impak akhirnya adalah munculnya keinginan untuk berwirausaha.
D.
Diskripsi Kegiatan
Kegiatan Pelatihan pemasaran hasil olahan
jamur di Kecamatan
Donomulyo dilakukan pada tanggal 09 Nopember 2013 pukul 09.00 sd 14.00.
Acara ini dihadiri oleh 5 warga yang merupakan kelompok tani jamur.
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk diskusi dengan para peserta dan
selanjutnya para peserta diminta untuk memberikan gambaran umum tentang produksi,
pemanenan dan penjualan serta memanfaatkan hasil olahan jamur berupa es krim.
Setelah mereka menjelaskan kemudian kami meminta mereka untuk menjelaskan
kendala yang dihadapi selama proses tersebut, setelah semua persoalan
dijelaskan. Kami (Saya dan Ibu Indah Yuliana) menawarkan kepada peserta
beberapa opsi/contoh pengepakan dan bagaimana memasarkan produk tersebut sehingga mempunyai nilai tambah.
Baik yang masih dalam bentuk mentah maupun produk olahan jamur (es krim)
E.
Keberlanjutan Program
Kegiatan pembinaan pengolahan hasil olahan jamur ini sangat penting sebagai stimuli bagi petani jamur agar mereka termotivasi untuk melakukan usaha kreatif hasil
olahan jamur.
Sehingga apabila motivasi tersebut telah terbentuk maka mudah bagi kita untuk
melakukan pembinaan lebih lanjut.
Perlu kiranya ada pembinaan yang kontinyu
(berlanjut) dari kegiatan ini sehingga kita dapat melakukan monitoring dan
mengukur tingkat keberhasilan program yang telah kita laksanakan.
F.
Rekomendasi
Meningat selama ini yang dilakukan oleh masyarakat petani jamur masih
konvensional maka perlu pendampingan lebih lanjut sehingga hasil produksi dan
olahan hasil produksi dapat memberikan nilai tambah bagi petani dan akhirnya
pendapatan petani dapat meningkat.
Kegiatan di Kecamatan
Pagak Kabupaten Malang
Sedangkan
di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang, kegiatan yang dilakukan adalah Penyuluhan
mengenai prosedur peminjaman dana sebagai modal usaha kepada Lembaga Keuangan
Syariah dan el-Zawa dan Penyuluhan
mengenai pemanfaatan limbah perca, dan usaha pemanfaatan ikan sapu-sapu. Karena sesuatu hal saya tidak dapat mengikuti kegiatan
tersebut namun ikut merancang program/kegiatan yang dilaksanakan di kecamatan
tersebut.
Adapun kegiatannya sebagai berikut:
1
|
Ekonomi
|
1.
Penyuluhan mengenai prosedur
peminjaman dana sebagai modal usaha kepada Lembaga Keuangan Syariah dan
el-Zawa
2.
Penyuluhan mengenai pemanfaatan limbah
perca, dan usaha pemanfaatan ikan sapu-sapu (kec. Pagak dan Kec. Donomulyo
pemanfaatan limbah jamur sebagai makanan ternak)
|
Pelaku usaha UMKM
Pelaku usaha UMKM
|
1.
Risma Nur Arifah, M.H
2.
Indah Yuliana,
SE., MM
|
BAB III
Program pengabdian masyarakat yaitu kegiatan “Pelatihan
cara pembuatan pakan ternak dan pelatihan pemasaran hasil
olahan jamur ” yang
dilaksanakan di Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang dirancang seefisien mungkin yang dikemas sedemikian rupa dengan memaksimalkan
dan mengefektifkan fungsi-fungsi kelompok tani sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Fokus kegiatan adalah sebagai berikut:
1. Pelatihan pembuatan pakan
ternak berfermentasi merupakan bagian dari efektif dan efisiensi. Mengingat
potensi pakan disekitar masyarakat petani selama ini belum termanfaatkan.
2. Pelatihan kewirausahaan merupakan titik pangkal keberhasilan pelatihan
budidaya dan pengolahan jamur dan sebagai tolok ukur besarnya
minat masyarakat untuk berwirausaha. Pelatihan kewirausahaan ini juga sebagai
dasar pembentukan jiwa wirausaha masyarakat.
3. Pelatihan pengolahan budidaya
jamur merupakan program
pengembangan dan penguatan kegiatan yang sudah ada. Program yang sangat erat
hubungannnya dengan peningkatan kesejahteraan
ekonomi masyarakat ini tentu membutuhkan pembinaan intensif
agar tetap.
4. Budidaya jamur masih memiliki
pangsa pasar di malang cukup besar oleh
karena itu masyarakat dukuh
Karangrejo diharapkan dapat berkecimpung
dalam budidaya jamur sebagai sumber pendapatan diluar pendapatan utamanya.
Kesuksesan kegiatan ini terlihat dari
antusiasme peserta yang tetap bertahan sampai pelaksanaan pelatihan berakhir
serta keinginan peserta untuk keberlanjutan program pelatihan ini.
No comments:
Post a Comment